PETUGAS KB BUKAN HANYA NGURUSI KONTRASEPSI

 

Menjadi peserta KB pada dasarnya mengajak para keluarga untuk berfikir dan bertindak rasional dalam merencanakan keluarga yang akan di jalaninya. Bagi calon keluarga hal tersebut dapat dilakukan misalnya dengan melakukan perencanaan terhadap usia edeal untuk melakukan pernikahan. Bagi keluarga baru dilakukan dengan merencanakan kapan waktunya memiliki anak, berapa jarak antar kelahiran anak, berapa jumlah anak yang akan dimiliki . Sementara bagi keluarga yang sudah memiliki anak 2 berarti sudah kepemilikan jumlah ananknya.

 

Sebagai sebuah ajakan yang pada saat ini sudah menjadi gerakan masyarakat, program Keluarga Berencana tetap mengumandangkan norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera. Itu artinya bahwa kalau keluarga sudah menjadi peserta KB dengan memiliki anak cukup dua saja maka diharapkan keluarga tersebut akan mampu mensejahterakan keluarganya. Demikian sambutan Kepala Kantor KB Jakarta Barat Baharuddin saat memberikan pengarahan dalam kegiatan lomba – lomba Bidang Keluarga sejahtera tingkat Jakarta Barat Tahun 2013 beberapa waktu yang lalu. Dalam pemahaman atau konteks yang lebih luas menjadi peserta KB bukan hanya ditandai dengan sebuah keluarga telah menggunakan alat kontrasepsi semata. Melainkan lebih dari itu bahwa Keluarga Berencana juga  memberikan pendampingan atau penanganan kepada keluarga mulai dari menangani Balita, remaja , pra nikah, keluarga, lansia dan juga ekonomi keluarga. Demikian lanjut Pak Baharuddin.

 

Pada kesempatan yang sama Kepala Sub Bidang Peningkatan Peran Serta Masyarakat Kantor KB Jakarta Barat Darwoto menambahkan bahwa lomba yang diselenggarakan kantor KB jakarta Barat pada tahun ini cukup banyak jumlahnya. Beberapa lomba berjalan dibawah komponen Keluarga sejahtera dan beberapa lomba yang lain berada dibawah komponen Kesehatan Reproduksi Maupun komponen Peran Serta Masyarakat. Hari ini lomba dibawah komponen Keluarga Sejahtera. Pada Kesempatan lomba kali ini dilakukan lomba komponen Keluarga Sejahtera lebih dulu dengan maksud untuk memberikan nuansa yang berbeda kepada masyarakat terhadap program Keluarga berencana. Nuansa ini dimaksud untuk membangun citra positip di masyarakat kalau program KB itu bukan hanya mengurusi seperangkat alat kontrasepsi semata. Memang tidak kita Pungkiri bahwa kalau menyebut KB lantas kita ingat tentang alat kontrasepsi. Padahal KB juga memiliki aneka kegiatan yang lain yang juga sama pentingnya.

 

Untuk jangka panjang, pada saatnya nanti keluarga-keluarga di Indonesia merupakan keluarga yang awalnya sudah mendapat pendampingan dari mulai balita, remaja sampai menjadi sebuah keluarga. Bahkan ketika menjadi keluarga juga diarahkan untuk berlaku ekonomi produktif keluarga. Demikian lanjut Darwoto. Dalam kontek ekonomi keluarga bahwa sebuah keluarga yang telah menjadi Akseptor KB diyakini memiliki waktu luang yang banyak sisa dari waktu untuk mengurusi atau merawat anaknya. Sebuah keluarga dengan memiliki anak 2 orang praktis masih menyediakan beberapa waktu luang untuk urusan keluarga yang lain termasuk untuk urusan lingkungan kemasyarakatan. Sisa-sisa waktu luang yang dimiliki keluarga tersebut dapat digunakan untuk bekerja menghasilkan uang untuk menambah pendapatan keluarga. Khususnya usaha yang dapat dilakukan oleh kaum Ibu.  Dengan demikian ekonomi keluarga akan lebih kokoh dan dapat memberikan efek positif terhadap peningkatan status ekonomi keluarga. Beberapa jenis Lomba yang dilaksanakan meliputi :

 

1. Lomba Bina Keluarga Balita

2. Lomba Bina Keluarga Remaja

3. Lomba Bina Keluarga Lansia

4. Lomba Keluarga Harmonis

5. Lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga sejahtera.