BKKBN Kerjasama UGM Dampingi Kelompok UPPKS
JAKARTA (Pos Kota) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mematok target pertumbuhan kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) sebanyak 83.500 atau setara 1,2 juta orang pada 2011.
“Di era reformasi ini BKKBN harus terus melakukan inovasi dan menjalin berbagai kemitraan untuk menopang program,” kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief pada sosialisasi pengembangan kemitraan dalam pendampingan kelompok UPPKS. Proyek tersebut kerjasama BKKBN dengan LPPM UGM.
Menurut Sugiri, saat ini jumlah kelompok UPPKS yang ada dalam database Kelompok UPPKS Online hingga 31 Desember 2010 berjumlah 79.997 kelompok dengan jumlah anggota 1.430.137 orang.
Pada era otonomi daerah ini, lanjutnya, BKKBN tidak dapat lagi melakukan intervensi program kepada kabupaten/kota terkait kependudukan dan KB. Untuk itu, perlu dilakukan inovasi program dalam bentuk kemitraan, apalagi dengan banyak berkurangnya petugas lapangan KB dan tidak ada lagi bantuan permodalan untuk kelompok UPPKS dari APBN. Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010– 2014 khususnya di tahun 2011, katanya, kemitraan lebih diarahkan pada penguatan mitra kerja yang telah terbentuk seperti dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Perguruan Tinggi dengan memberdayakan mahasiswa yang mengikuti kuliah kerja nyata.
Hal ini direncanakan akan dikembangkan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Partisipasi LPPM Perguruan Tinggi memiliki daya ungkit yang sangat besar terhadap keberhasilan program di masa mendatang. Karena lembaga pendidikan tidak terkena dampak dari diberlakukannya otonomi daerah dan telah terbukti sangat efektif membantu program KB umumnya dan program pemberdayaan ekonomi keluarga khususnya seperti yang dilakukan oleh LPPM UGM.
Berdasarkan hasil sensus penduduk 2010, jumlah penduduk Indonesia telah mencapai 237,6 juta jiwa. Ini merupakan beban yang amat berat bagi pemerintah Indonesia untuk menyediakan semua kebutuhan penduduk.