DISAYANGKAN, REVITALISASI PROGRAM KB HANYA DILIHAT DARI KONTRASEPSI

BKKBN Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN), dalam melakukan revitalisasi Program KB, hnya melihat dari sisi kontrasepsi saja sehingga perekmbangannya kurang menggembirakan.
    Faktanya, angka kelahiran sekarang ini, mencapai 2,6 anak dan pertumbuhan penduduk pun mencapai 1,6 persen. Oleh karena itu, IPKB (Ikatan Petugas KB) diminta diajak serta mengembangkan Posdaya untuk mencapai kejayaan program KB di masa lalu.
    "BKKBN seharusnya melaksanakan kegiatan kependudukan secara menyeluruh, tidak hanya melihat dari sisi kontrasepsi," kata mantan Kepala BKKBN/menteri Kependudukan prof Dr Haryono Suyono, saat sarasehan di UGM Yogyakarta, Selasa (20/11).
    Ukuran keberhasilan Program KB pun,lanjutnya, jangan hanya dilihat dari kepesertaan pria dalam ber-KB."Tapi apa masih ada penduduk yang belum ber-KB dan sasaran utama tentu generasi muda atau pasangan muda," ujarnya.
    Maka, keberadaan IPKB dalam Posdaya, sangat menguntungkan Program KB. melalui pendekatan dengan anggota Posdaya, diharapkan capaian program itu berhasil. karena dalam Posdaya sebagai wahana komunikasi, bisa dijadikan ajnagn silaturahmi,membahas berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
    Posdaya, lanjutnya, dapat dijadikan upaya kegotongroyongan yang selama ini mulai memudar. Dampaknya, bisa ikut mengentaskan kemiskinan."KKN yang dikemas dan disinergikan dengan Posdaya pun, bisa mendorong tingkat kegotongroyongan meningkat," tuturnya.
    Sarasehan yang dihadiri sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta, perwakilan LPPM perguruan tinggi di sana, dan sejumlah pejabat tingkat kabupaten/kota Yogyakarta, berlangsung hangat.
     Selain Wakil Rektor UGM Prof Dr Suratman, MSi, ada pula Dr Subiakto Tjakrawerdaja, Dr Sudarmadi, Dr Mulyono, dan civitas UGM Yogyakarta. Dalam acara itu, sejumlah perwakilan perguruan tinggi menyemarakkan dengan menyampaikan gagasan, keinginan, dan mengembangkan Posdaya.
    Selanjutnya, haryono Suyono, menegaskan di setiap desa diharapkan akan ada lembaga keuangan  mendukung peningkatan Program Posdaya.Setidaknya, jika belum ada bank, maka orang kaya diajak serta mendukung ekonomi kerakyatan yang dikemas melalui Posdaya.
    Pada sisi lain, haryono,menceritakan kesuksesan warga miskin yang bergabung dengan Posdaya.Keberhasilan diraih anggota itu setelah mengikuti berbagai pelatihan. "Kini, ada program baru bahwa mahasiswa bisa langsung melaporkan melalui radio," jelasnya.
    Sementara, prof Suratman, lebih cenderung menceritakan perkembangan Posdaya di bawah binaan UGM. "Jika Posdaya berhasil berkembang di nusantara berarti Indonesia barokah, bakal terwujud," kata Suratman.
    Untuk itu, di setiap mahasiswa UGM turun ke desa ber-KKN, diinstruksikan untuk membentuk Posdaya. "Sekitar 2.200 mahasiswa sudah turun ke desa membentuk 1.342 Posdaya, yang setiap dekade dievaluasi," tambahnya.